Pendek kata, BUDDHISME adalah tentang menyadari bahwa Anda perlu memiliki pikiran yang seimbang dan waspada, yang tidak punya emosi-emosi tinggi di dalamnya, yang tidak punya kemelekatan di dalamnya, sehingga Anda dapat melihat hal-hal dengan jelas dan menemukan kebahagiaan sejati dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
BUDDHISME adalah tentang melihat hal-hal sebagaimana adanya, meraih pengetahuan dengan melihat sendiri bagaimana Anda menyebabkan diri Anda menderita. Ini tentang mengemban tanggung jawab pribadi dan melakukan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai kewaspadaan, keseimbangan, dan pemahaman seperti ini.
Meditasi Kewaspadaan Pemaafan melatih kita untuk mengenal dengan jelas ketika penderitaan muncul [Kebenaran Mulia Pertama]; untuk mengenali ketika kita terlibat secara personal dengannya dan membuatnya membesar yang menyebabkan lebih banyak penderitaan dalam hidup [Kebenaran Mulia Kedua]; dan untuk keluar dari jerat berbahaya ini dengan cara menggunakan 6R/6M dan melihat bagaimana penderitaan ini menghilang [Kebenaran Mulia Ketiga]. Meditasi ini membuka jalan untuk pemahaman jernih dan kelegaan [Kebenaran Mulia Keempat].
Hasil akhirnya menciptakan ruang yang kita butuhkan dalam pikiran kita sehingga kita mulai menanggapi kehidupan, bukannya bereaksi terhadapnya. Menggunakan 6R/6M, yang memenuhi jalan Upaya Benar yang ditemukan dalam teks-teks awal, menggunakan 6R/6M dalam meditasi apapun yang Anda lakukan, ini adalah salah satu jalan paling cepat bagi orangorang untuk melihat dengan jelas apa yang benar-benar sedang terjadi dan bagaimana mencapai tujuan ini dimana ada kebahagiaan dan kedamaian.
Dalam Majjhima Nikaya sutta nomor 21 “Kakacūpama Sutta: Perumpamaan Gergaji”, seperti yang diterjemahkan oleh Bhikkhu Bodhi dan dipublikasi oleh Wisdom Publications, Sang Buddha memberikan saran yang luar biasa yang ingin saya bagikan dengan Anda. Dikatakan:
“Terdapat 5 jenis ucapan yang digunakan seseorang ketika berbicara pada kita, ucapan mereka mungkin tepat atau tidak tepat waktunya, benar atau salah, lembut atau kasar, berhubungan dengan yang baik atau berhubungan dengan yang membahayakan, diucapkan dengan cinta kasih atau kebencian mendalam.
“Kita harus melatih diri sendiri seperti ini: Pikiran saya tidak akan terpengaruh dan saya tidak akan mengatakan ucapan yang jahat maupun tidak benar; saya akan berwelas asih untuk kesejahteraannya, dengan pikiran yang penuh cinta-kasih, tanpa kebencian. Saya akan melingkupi orang itu (siapapun yang sedang berbicara dengan Anda) dengan pikiran yang penuh dengan cinta-kasih (dan pemaafan) dan mulai dari orang itu, saya akan melingkupi seluruh alam dengan pikiran yang penuh cinta-kasih, yang berlimpah, mulia, tak terhingga, tanpa kemarahan dan tanpa niat buruk’. Demikianlah bagaimana saya harus berlatih.
Sering-seringlah menggunakan Meditasi Pemaafan dan latih pikiran Anda untuk berbahagia!