Sang Buddha adalah seorang guru meditasi. Beliau mengajar meditasi selama 45 tahun setelah beliau tercerahkan sempurna. Ketika Anda belajar dan berlatih meditasi, Anda tidak akan sepenuhnya berhasil sebelum Anda menguasai definisi-definisi dan hubungan keterkaitan antara dua kata: Meditasi dan Kewaspadaan. Saya dapat berikan definisinya, tetapi Anda harus mengalami sendiri bagaimana keduanya bekerja bersama.
Dalam ajaran-ajaran Buddhis, Meditasi berarti “mengamati pergerakan perhatian pikiran dari momen ke momen, dengan tujuan untuk melihat dengan jelas bagaimana cara kerja Sebab Musabab Yang Saling Bergantungan (Paticca Samupadda) benar-benar terjadi. Kewaspadaan artinya “mengingat untuk mengobservasi ‘BAGAIMANA’ perhatian pikiran berpindah dari satu hal ke hal lain. Kegunaan kewaspadaan sebenarnya adalah menyebabkan pikiran menjadi lebih tajam sejalan dengan semakin Anda mengalami kondisi-kondisi pikiran yang lebih halus. Tidaklah sulit untuk melihat mengapa Anda harus mengembangkan kewaspadaan yang cermat ini agar meditasi berjalan dengan lancar.
Banyak orang berlatih meditasi cinta-kasih, tetapi menurut beberapa orang, kekuatan meditasi ini tidak terlalu membawa perubahan bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari mereka. Jika latihan ini tidak langsung lepas landas di awal, kita mungkin mengalami kesulitan dengan latihan ini dan rasanya seperti terbentur tembok penghalang. Sungguh bagus bahwa ada solusi untuk mengembangkan metta (cinta kasih) dalam kegiatan sehari-hari. Solusinya adalah belajar untuk tersenyum sesering Anda ingat. Ternyata di beberapa kasus, jika kita menghadapi masalah, kita dapat membersihkan landasan pacu agar Kewaspadaan Cinta-Kasih kita dapat lepas landas yaitu dengan pertama-tama belajar menggunakan meditasi Kewaspadaan Pemaafan. Pemaafan adalah salah satu bentuk cinta kasih yang benarbenar membersihkan pikiran kita dari kondisi-kondisi negatif atau tidak baik.
Alasan mengapa buku ini ada adalah karena banyak pertanyaan yang diajukan pada guru-guru adalah “mengapa cinta-kasih (metta) saya tidak mudah muncul?” Itu karena kita perlu memaafkan diri kita sendiri dulu sebelum kita dapat mengirimkan cinta yang murni kepada yang lain.