Ketika meditasi Anda semakin mendalam, tetap pada pemaafan dan Anda benar-benar memaafkan diri Anda karena berbuat salah, ada saatnya ketika dalam benak Anda tiba-tiba muncul seseorang yang perlu Anda maafkan.
Ketika ini terjadi, Anda sadari Anda tidak minta mereka muncul. Anda tidak dengan sengaja berhenti dan berkata, “Saya perlu orang ini untuk muncul.” Mereka muncul sendiri.
Begitu orang itu muncul, Anda mulai memaafkan mereka karena tidak mengerti. Tidak penting apa yang mereka lakukan di masa lalu. Semua bentuk pikiran, semua opini tentang apa yang mereka lakukan di masa lalu terus menerus menimbulkan penderitaan.
Bentuk-bentuk pikiran seperti itu muncul karena kemelekatan Anda. “Saya tidak suka itu! Saya tidak ingin itu terjadi! Orang jahat itu melakukan itu pada saya.”
Coba jawab siapa yang punya kemelekatan di sana? Tebak dari mana asal pandangan bahwa saya bisa menyalahkan orang lain untuk penderitaan saya? Satu-satunya yang bisa Anda salahkan untuk penderitaan Anda adalah diri Anda sendiri. Mengapa? Karena ANDA sendiri yang mengaitkan hal-hal itu sebagai pribadi (menganggapnya sesuatu yang personal). Anda sendirilah yang punya opini tentang hal itu. Anda sendirilah yang menggunakan tendensi kebiasaan Anda berulang-ulang untuk membenarkan pandangan bahwa “saya benar dan kamu salah”. Itulah bagaimana kita menyebabkan penderitaan kita sendiri.
Meditasi pemaafan membantu Anda melepaskan opini itu, pandangan itu, kemelekatan itu, dan membantu Anda merasa lega. Karena di suatu masa lalu, seseorang pernah melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu yang menyebabkan rasa marah, kesal, iri, luka atau apapun jebakan hari itu—itu bisa menjadi tendensi kebiasaan kuat bagi pikiran Anda untuk terperangkap memikirkan kejadian masa lalu.
Ini dinamakan terjebak oleh ceritanya. Anda perlu melakukan 6R/6M dan kembali ke kalimat pemaafan Anda. Tidak peduli berapa kali cerita itu muncul, gunakan 6R/6M dan kemudian maafkan lagi. Emosi dari cerita itu akan memudar setelah Anda cukup mengulang-ulang ini hingga berkali-kali. Inilah kenapa dibutuhkan kesabaran.