Lampiran 1 - Tinjauan T.W.I.M

Sekilas tentang:

“Kewaspadaan Sederhana dan Mudah Dimengerti”

“Tranquil Wisdom Insight Meditation (TWIM)” yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Meditasi Ketenangan Kebijaksanaan Pandangan Terang (TWIM)”

MEDITASI adalah “mengamati perhatian pikiran saat ia bergerak dari momen-ke-momen untuk melihat secara cermat BAGAIMANA penderitaan terjadi. Untuk memahami ini, kita mempelajari proses impersonal dari Kognisi Manusia. Ini menguak BAGAIMANA kita mengalami lingkungan kita. Melihat dan mengerti bagaimana pikiran bekerja ketika perhatian berpindah dari satu hal ke hal lain adalah inti dari praktik kuno ini. Ini mengantarkan kita ke perspektif yang lebih impersonal sehingga kita tidak terlalu menderita ketika menjalani hidup kita.

KEWASPADAAN adalah yang membuat observasi ini berjalan terus sepanjang waktu. TWIM adalah sistem bimbingan kuno yang ditemukan kembali yaitu dengan 6 (enam) langkah sederhana untuk menjaga meditasi kita terus berjalan dengan kuat. Kewaspadaan membantu kita mengembangkan kemampuan observasi kita sehingga kita dapat menjaga agar 6R/6M terus berjalan. Kewaspadaan memberi tahu kita apa yang harus dilakukan. Kewaspadaan membantu kita MENGENALI ketika ketegangan berubah di dalam tubuh kita ketika perhatian pikiran berpindah dari objek meditasi kita atau dari tugas keseharian kita. Kita INGAT [menggunakan kewaspadaan] untuk mengobservasi perhatian pikiran berpindah dan kemudian siklus latihan dapat dimulai untuk membantu kita membuat koreksi dan terus bermeditasi. Jadi, Kewaspadaan adalah bahan bakar seperti bensin yang memastikan mobil terus berlari. Tanpa Kewaspadaan, segalanya terhenti! Jika kita dengan gigih terus melakukannya, meditasi ini akan membebaskan segala jenis penderitaan. Jadi, untuk memulai siklus ini dengan “lancar”, seseorang harus menyalakan mesin dan punya banyak sekali bensin (kewaspadaan) di dalam tangkinya! Sekarang kita bahas langkah-langkah selanjutnya dalam Siklus Meditasi.

[1] RECOGNIZE/MENGENALI: Ini berarti kita belajar untuk mengenali pergerakan apapun dari perhatian pikiran yang bergerak menjauh dari objek meditasi, seperti nafas, memancarkan cinta kasih, melakukan pemaafan, atau tugas apapun yang sedang Anda lakukan.

Kita dapat belajar mengenali sensasi ketegangan sekecil apapun ketika perhatian pikiran baru saja mulai bergerak ke arah fenomena yang baru muncul. Perasaan menyenangkan atau menyakitkan dapat muncul di salah satu dari enam pintu indera. Suatu gambar, suara, bebauan, rasa, sentuhan atau pikiran dapat menyebabkan sensasi yang menarik untuk memulai. Perhatikan dengan seksama. KENALI pergerakan ini sedini mungkin adalah hal vital untuk kesuksesan meditasi. Seseorang lalu melanjutkkan ke:

[2] RELEASE/MELEPASKAN: Ketika suatu bentuk pikiran atau perasaan muncul, meditator melepaskannya, mengizinkannya ada di sana tanpa memberikan perhatian padanya. Kita tidak memberinya makan dengan perhatian kita. Isi dari gangguan itu sama sekali tidak penting, tetapi mekanisme BAGAIMANA itu muncullah YANG PENTING! Cukup lepaskan keketatan apapun di sana. Tanpa perhatian, keketatan itu akan pergi. Kemudian Kewaspadaan mengingatkan meditator untuk:

[3] RELAX/MERILEKSKAN: Setelah melepaskan perasaan atau sensasi, izinkan dia ada di sana tanpa mencoba mengontrolnya, di sana ada suatu ketegangan halus yang hampir tak dapat dilihat di dalam pikiran/tubuh. Inilah mengapa langkah ekstra MENENANGKAN atau MERILEKSKAN disebutkan di dalam instruksi-instruksi Buddha. Ditemukan dalam instruksi Buddha di dalam instruksi Ānāpānasati, langkah menenangkan (tranquilizing) disebutkan sebagai langkah terpisah yang independen. Tapi sejalan dengan waktu, instruksi ini menjadi kabur.

MOHON JANGAN LOMPATI LANGKAH RILEKS INI!

Mobil tidak bisa berjalan lancar tanpa oli di mesinnya. Inilah oli-nya! Tanpa melakukan langkah relaksasi setiap kali menjalankan siklus latihan ini, maka meditator tidak akan mengalami realita kondisi berhentinya penderitaan sebagai kondisi nyata. Ketegangan disebabkan oleh NAFSU KEINGINAN dan ini menghentikan kita dari menemukan berhentinya penderitaan. Kita tidak dapat merasakan kelegaan ketika keketatan melebur jika kita tidak melakukan langkah rileks ini. Langkah inilah bedanya.

Catatan: Nafsu keinginan selalu bermanifestasi dalam bentuk keketatan atau ketegangan di pikiran dan badan seseorang.

Seseorang secara sementara mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mengalami sifat alami dan kelegaan yang muncul dari berhentinya keketatan dalam penderitaan ketika ia melakukan langkah-langkah RELEASE / MELEPASKAN – RELAX / MERILEKSKAN. Perhatikan kelegaan ini. Kewaspadaan sekarang mengingatkan kita untuk...

[4] RE-SMILE/MANIS TERSENYUM KEMBALI: Jika Anda telah mendengarkan instruksi-instruksi meditasi di website kami, Anda mungkin ingat telah mendengar tentang betapa senyum adalah aspek penting dalam meditasi ini. Tersenyum dalam pikiran Anda, di mata Anda, di hati Anda, dan di bibir Anda, semua itu membantu mempertajam kewaspadaan, menjadi waspada, tangkas, dan lebih mengamati. Menjadi serius, mengetat, atau mengerutkan kening menyebabkan pikiran menjadi berat, tumpul dan lamban. Kewaspadaan jadi menurun. Pengetahuan-pengetahuan dari pandangan terang sulit untuk dialami. Ini memperlambat pemahaman tentang bagaimana kebenaran bekerja. Jadi, tersenyumlah kembali. Mulai lagi. Menjaga rasa humor Anda, rasa bersenang-senang Anda, dan bereksplorasi adalah hal yang penting. Setelah tersenyum kembali, kewaspadaan mengingatkan langkah selanjutnya:

[5] RETURN or RE-DIRECT/MENGEMBALIKAN atau MENGARAHKAN LAGI: Dengan lembut arahkan kembali perhatian pikiran Anda ke objek meditasi, yaitu nafas dan rileks, atau metta dan rileks, atau pemaafan dan rileks. Teruskan dengan pikiran yang menyatu dan lembut, dan gunakan objek meditasi Anda sebagai “markas”, sebagai titik untuk kembali ketika berlatih. Ini akan membantu Anda tetap ada di momen saat ini dalam kehidupan sehari-hari. Jika perhatian Anda berpindah dari tugas Anda, Anda kembalikan perhatian pikiran Anda untuk melepaskan, merilekskan, dan tersenyum kembali ke apapun yang sedang Anda lakukan dalam hidup.

Untuk sesaat, bayangkan dirimu duduk di bawah pohon apel, santai dan tidak tegang tentang apapun. Anda bersandar di batang pohon, tak memikirkan apapun, Anda mencapai kondisi menyenangkan (pleasant abiding) dengan pikiran ringan. Inilah yang pertama kali terjadi pada Buddha saat beliau masih seorang bocah yang duduk di bawah pohon apel saat festival panen yang dihadiri ayahnya.

Ini melihat hal-hal dengan lebih jelas? Berdiamlah. Ringanlah. SENYUMLAH. Ini membuka pintu ke kehidupan yang lebih bahagia. Jika Anda lupa Melepas dan Merilekskan, jangan hakimi diri sendiri. Daripada menghukum atau mengkritik diri, berbaik hatilah dan maafkan diri sendiri.

Terkadang orang mengatakan siklus latihan ini lebih sederhana daripada yang dikira! Mengambil kembali latihan ini membuat lebih fokus pada kegiatan sehari-hari, lebih seimbang, tidur lebih nyenyak, menjadi lebih mudah menerima dan gembira. Meditator menjadi lebih efisien pada apapun yang mereka sedang lakukan dalam hidup. Ini karena mereka telah tahu lebih banyak tentang BAGAIMANA hal-hal sebenarnya bekerja dan ini membantu mereka mengurangi rasa takut dan ragu dalam hidup. Kewaspadaan kemudian membantu mengingat langkah terakhir untuk:

[6] REPEAT/MENGULANGI: siklus latihan untuk melatih-ulang pikiran untuk melepaskan penderitaan di kehidupan ini. Mengulangi “siklus 6R/6M” lagi dan melatih kembali pikiran untuk melepaskan banyak penderitaan sejalan dengan kita mengerti makna dari Empat Kebenaran Mulia:

  1. Kita melihat dan mengalami sendiri apa itu penderitaan [Kebenaran Mulia Pertama];

  2. Kita melihat sebabnya, yaitu terlibat secara personal dengan itu sehingga menimbulkan ketegangan dan keketatan [Kebenaran Mulia Kedua];

  3. Kita mengalami apa itu rasanya berhentinya penderitaan [Kebenaran Mulia Ketiga];

  4. Kita menemukan cara untuk meningkatkan kondisi berhentinya penderitaan yang nyaman ini [Kebenaran Mulia Keempat].

Ini terjadi setiap kali kita Melepaskan suatu perasaan yang muncul, Merilekskan dan Tersenyum kembali. Perhatikan kelegaan itu. Lakukan terus dan danakan senyuman Anda! Inilah ringkasan seluruh latihan ini! Sekarang lakukanlah!