Bab 5 - Menemukan Keseimbangan

Kapanpun Anda terus menerus memikirkan ini dan itu, menghakimi ini dan menghujat itu, Anda terus menerus menyebabkan diri sendiri menderita. Anda tidak perlu melakukannya. Anda ingin berdebat dengan orang lain tentang kemelekatan Anda? Apa manfaatnya?

Ketika Anda benar-benar mulai berlatih pemaafan untuk diri sendiri atau memaafkan orang lain, pikiran Anda mulai menjadi seimbang dan rasa humor Anda mulai berubah. Inilah ketenang-seimbangan. Maka Anda tidak harus mengambil bentuk-bentuk pikiran, perasaan, sensasi dan hal-hal ini secara personal.

Ketika Anda berlatih dengan cara ini, Anda melihat kehidupan seperti apa adanya dan mengizinkannya ada di sana. Anda sadari Anda tidak perlu untuk mengulang-ulang suatu hal dalam pikiran Anda. Buang-buang waktu. Buang-buang tenaga. Setiap kali Anda mengalami pikiran yang berulang, itu artinya Anda melekat. Anda mengidentifikasi dengan bentuk pikiran itu dan Anda mengambilnya secara personal, dan itulah penyebab penderitaan. Yang sedang Anda lihat di sini adalah Kebenaran Mulia Kedua. Anda sedang menyaksikan nafsu keinginan, menganggapnya milik Anda dan itulah penyebab penderitaan. Anda tak bisa menyalahkan orang lain karenanya. Anda melakukannya terhadap diri sendiri.

“Oh, mereka bilang ini!” Jadi kenapa?

Orang lain bisa punya opini mereka. Tak berarti “saya” harus mendengarkan mereka. Saya tidak harus mengambilnya secara pribadi dan menganalisa apakah itu benar atau tidak, karena itu tak penting. Semakin Anda memaafkan dalam kehidupan sehari-hari dan aktivitas sehari-hari, semakin mudah pula Anda memaafkan hal-hal besar yang terjadi di masa lalu.