Ketika seseorang muncul dalam pikiran Anda, seseorang yang benar-benar tak Anda sukai dan telah berseteru dengan Anda, seseorang yang telah Anda benci karena alasan apapun, maafkan mereka. Dengan mata batin Anda, pandangi mata mereka dan ucapkan dengan tulus padanya: “Saya maafkan kamu karena tidak mengerti situasi itu. Saya memaafkan kamu karena menyebabkan sakit pada saya. Saya memaafkanmu sepenuhnya.”
Sekarang, letakkan orang itu di dalam hati Anda dan pancarkan cinta-kasih pada mereka. Jika pikiran Anda teralihkan dan menarik Anda dari sana—mungkin Anda mendengar di dalam pikiran Anda, “Tidak. Saya tidak maafkan orang jahat itu. Saya tidak akan memaafkannya!”—gunakan 6R/6M, lepaskan itu dan kembali, dan katakan, “Saya benar– benar memaafkanmu.”
Itu harus tulus. “Oh, saya tidak akan memaafkan orang jahat itu.” Mengapa tidak? “Karena ia telah membuat SAYA sengsara!” Ups. SIAPA yang menyebabkan siapa sengsara? Anda menyebabkan kesengsaraan Anda sendiri karena Anda mengambilnya secara pribadi, dan ANDA menguatkannya dengan bentuk-bentuk pikiran, opini dan pandangan Anda tentang mengapa itu salah.
Dengan kata lain, Anda terperangkap dalam nafsu keinginan Anda, kemelekatan Anda sendiri, tendensi kebiasaan Anda, dan itu mengarahkan ke semakin besarnya ketidak-puasan, kebencian, sakit, dan penderitaan.