Bab 6 - Ketekunan

Ketika Anda melakukan Meditasi Pemaafan saat meditasi duduk, Anda gunakan salah satu pernyataan saja. Anda gunakan terus satu pernyataan itu hingga secara internal Anda merasa, “YA, saya benar-benar telah memaafkan diri saya sendiri karena tidak mengerti.” Sangatlah penting untuk melewati ini.

Butuh waktu untuk benar-benar memaafkan. Bukanlah solusi instan yang dapat dilakukan hanya dalam satu sesi meditasi duduk dan Anda katakan, “Oke. Sudah selesai!” atau Anda bilang, “Saya sudah lakukan itu.” Tidak. Anda tetap punya kemelekatan di sana. Anda harus terus menerus memaafkan diri sendiri karena tidak mengerti, maafkan diri karena berbuat kesalahan. Itulah makna dari tidak mengerti. Anda harus terus menerus memaafkan diri karena menghakimi, menghujat, menganalisa, memikirkan, marah. Maafkan segalanya, sepanjang waktu.

Ketika saya mulai melakukan meditasi pemaafan—yang saya lakukan sendiri selama dua tahun karena saya ingin memastikan saya benar-benar mengerti meditasi ini—saya mengalami perubahan drastis, perubahan kepribadian besar- besaran. Jika Anda ingin mengalami perubahan ini, Anda harus punya kesabaran seperti itu.

Pemikiran bahwa “saya sudah memaafkan orang ini atau orang itu” bukanlah pemaafan. Tak lama kemudian mungkin Anda membicarakan betapa ANDA tidak suka hal ini atau itu dari mereka! Ah, apa artinya? Siapa yang belum selesai dengan meditasi pemaafan mereka? ANDA belum memaafkan diri Anda sendiri, ataupun orang tersebut!